Semangat pagi sahabat Queen Latifa, bagaimana kabarnya? Pasti sehatkan,,,,???

Kali ini kita akan membahas pengertian PPOK.

Adakah sahabat Queen Latifa yang mengetahui PPOK itu apa?

Mari kita bahas bersama-sama

Pengertian PPOK

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit paru jangka panjang sampai bertahun-tahun yang sudah mencapai titik keparahan. Penyakit PPOK menyebabkan aliran udara terhalang dari dalam paru-paru sehingga pengidap akan mengalami kesulitan bernafas.

PPOK umunya merupakan kombinasi dari dua penyakit pernafasan, yaitu bronchitis kronis dan emfisema.

 

Gejala Penyakit PPOK

Gejala dari PPOK atau Penyakit Paru Obstruk Kronis, antara lain:

  1. Batuk tanpa henti. Salah satunya gejala utana dari PPOK adalah batuk tanpa henti yang menghasilkan lendit berlebihan. Jika batuk ini berlangsung dalam jangka waktu lama sampai berbulan-bulan bahkan sampai menahun, sangat mungkin sekali adnda mengalami PPOK.
  2. Produksi lender berlebihan. Menurut ilmu kedokteran, orang sehat menghasilkan lender. Jika tubuh anda memproduksi banyak lender lebih dari normal, maka anda harus berhati-hati. Ini mungkin merupakan gejala PPOK. Anda juga harus memeriksakan apakah ada perubahan warna atau tekstur lender. Jika ternyata menjadi kuning, hijau atau berdarah, ini menunjukan infeksi paru-paru.
  3. Pernafasan bermasalah. Tanda peringatan lainnya PPOK susah untuk nafas saat anda melakukan kegiatan sehari-hari seperti olahraga, naik tangga dan bahkan saat anda berdandan.
  4. Sering mengi. Seperti ada suara siulan ketika anda bernafas. Jika anda mengalami kesulitan bernafas dan mengi kemungkinan besar mengalami penyakot PPOK.
  5. Tubuh terasa lelah. Jika anda merasa lelah tanpa alas an tertentu dan terjadi ketika anda memiliki masalah pernafasan, ini mungkin gejala PPOK. Anda mungkin tidak dapat melakukan aktivitas rutin dan mungkin kekurangan energy.
  6. Kehilangan berat badan. Kehilangan berat badan tanpa ada alas an utama dianggap berbahaya dalam ilmu kedokteran, ini juga merupakan gejala PPOK. Pada bebrapa pasien PPOK, aka nada kehilangan nafsu makan dan asupan makanan mereka akan menjadi berkurang yang berakibat pada penurunan berat badan.
  7. Perubahan warna kulit. Jika sudah mulai ada perubahan warna kulit yang membiru.

Penyebeb Penyakit PPOK.

  1. Merokok
  2. Polusi Udara
  3. Alergi
  4. Obat-obatan
  5. Genetik
  6. Lingkungan Kerja
  7. DLL

 

Pencegah Kekambuhan Penyakit PPOK

  1. Hindari Merokok
  2. Menghindari Polusi
  3. Gunakan masker saat bekerja ditempat berpolusi/tercemar.
  4. Minum obat secara teratur

sumber: RSU Queen Latifa

ASHMA

Ashma merupakan suatu penyakit radang kronis saluran nafas yang tidak bias disembuhkan, bersifat hilang dan kemudian timbul lagi Ashma dapat tenang tetapi dapat tiba- tiba kambuh dan mengganggu aktivitas penderitanya.

Pada Usia Berapa Ashma Bias Terjadi ??

  • Ashma terjadi pada semua usia dari bayi sampai dengan manula

Apa sih yang menyebabkan ashma ??

  • Mengidap penyakit bronkiolitis atau infeksi paru-paru saat masih kecil
  • Memiliki riwayat keluarga
  • Terpapar asap rokok dari kecil
  • Lahir dengan berat badan rendah < 2500 gr

 

Factor Pemicu Ashma

  • Allergen seperti debu, tungau, bulu hewan, serbuk sari
  • Infeksi paru virus flu dan demam
  • Obat – obatan atau bahan kimia
  • Bahan makanan dan minuman
  • Factor cuaca dan keadaan ruangan
  • Polusi udara atau asap rokok
  • Aktivita dan olahraga
  • stres
  • berikan posisi yang nyaman, tinggikan bagian kepala dengan diganjal 2-3 bantal/ setengah duduk
  • beri dan bantu menggunakan inhaler
  • ajaklah bernafas perlahan – lahan dan dalam
  • usahakan memberikan ventilasi yg baik
  • jika dalam 3 menit tidak ada perubahan berikan obat inhaler kembali
  • jikatetap tidak ada perubahan segera berikan pertolongan medis

Cara Pencegahan Ashma

  • Mencari factor pemicu & menghindarinya
  • Makan makanan bergizi
  • Banyak minum
  • Istirahat yang cukup
  • Olah raga yang teratur
  • Hindari merokok

RSU Queen Latifa mempunyai program senam antara lain:

  • Senam Diabetes
  • Senam Ashma
  • Senam Pencegah Stroke
  • Senam Osteoporosisi

Senam diadakan setiap hari senin sampai kamis dimulai pikul 06.30 – selesai di gazebo RSU Queen latifa.

Fasilitas

  • Senam gratis
  • Setiap 3 bulan sekali ada talkshow kesehatan
  • Tensi darah
  • Makanan ringan
  • Lainnya

 

Sumber : leaflet kesehatan RSU Queen Latifa, kode DR 0013

Semangat Pagi..

Masih berhubungan dengan tema DBD nih sahabat RSU Queen Latifa. Sahabat tahu mengenai tempat perindukan nyamuk yang bukan tempat penampungan air??

Tempat perindukan yang bukan tempat penampungan air adalah tempat–tempat yang bisa menampung air, tetapi bukan untuk keperluan sehari–hari yang memungkinkan air tergenang dan yang tidak beralaskan tanah.. Contohnya adalah:

  • Tempat Minum Hewan Piaraan

Tempat minum hewan piaraan yang dimaksud adalah tempat–tempat minum hewan piaraan yang berada di lingkungan sekitar rumah, baik di dalam rumah maupun di luar rumah, misalnya: tempat minum burung, tempat minum ayam, dan hewan piaraan yang lain.

  • Barang–Barang Bekas

Barang–barang bekas yang dimaksud adalah barang–barang yang sudah tidak terpakai yang dapat menampung air, yang berada di dalam maupun di luar rumah. Barang–barang tersebut antara lain: kaleng, ban bekas, botol, pecahan gelas, dll.

  • Vas Bunga

Vas bunga yang dimaksud adalah vas bunga yang berisi air yang terletak di dalam rumah, yang memungkinkan nyamuk Aedes aegypti berkembangbiak di dalam vas bunga tersebut.

  • Perangkap Semut

Perangkap semut yang dimaksud adalah tempat perangkap semut yang berisi air yang biasanya diletakkan dibawah kaki meja untuk mencegah semut–semut semut naik keatas meja yang berisi makanan yang terletak di dalam rumah.

  • Penampungan Air Dispenser

Penampungan air dispenser yang dimaksud adalah tempat penampungan air yang menyatu dengan dispenser yang terletak dibawah alat yang digunakan untuk mengalirkan air di dalam wadah/galon dispenser, letaknya di dalam rumah.

  • Pot Tanaman Air

Pot tanaman air yang dimaksud adalah pot–pot berisi air yang digunakan sebagai media tanaman air untuk hidup, yang terletak di dalam maupun di luar rumah.

Tempat-tempat diatas harus diperhatikan keberadaan airnya. Sebisa mungkin untuk dibersihkan atau mengganti air sekurang- kurangnya seminggu sekali. Ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa telur dapat berkembang menjadi nyamuk dalam waktu 7-10 hari.

Penulis : Citra Denali, S.KM, M.Kes.

 

Semangat pagi sahabat RSU Queen Latifa, bagaimana kabarnya? smoga selalu sehat

Kali ini kita akan membahas tentang Osteoporosis.

Apakah sahabat tahu tentang Osteoporosis dan cara cencegahnya? mari kita bahas 🙂

osteoporosis

Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Penyebab Osteoporosis

  1. Primer :
  • Kekurangan hormone estrogen, biasa terjadi saat menopause
  • Kekurangan kalsium atau kurangnya vitamin D
  1. Sekunder :
  • Penyakit ginjal kronis
  • Gangguan hormonal, misalnya gondokan (hipertiroid), diabetes mellitus (kencing manis)
  • Obat-obatan tertentu misalnya obat kortikosteroid dan obat kemoterapi tertentu
  1. Osteoporosis idiopatik : tidak jelas penyebabnya, biasa terjadi pada wanita yg sebelum menopause, pria kurang dari 50 tahun, serta pada anak-anak dan remaja

Gejala :

  • nyeri punggung, akibat fraktur atau patah tulang belakang
  • tinggi badan yang semakin berkurang
  • postur tubuh yang membungkuk
  • rentan terjadi patah tulang

Diagnosa :

  • DXA (dual-energy x-ray absorptiometry) yaitu pemeriksaan untuk melihat kepadatan tulang pada tempat-tempat yang rentan patah tulang (fraktur)
  • Pemeriksaan darah, untuk mengukur kadar kalsium dan vitamin D

Pengobatan :

  • Pemberian obat golongan bifosfonat (untuk meningkatkan kepadatan tulang), obat ini harus sesuai petunjuk dokter karena dapat memberikan efek samping mual, nyeri perut, gangguan menelan, peradangan saluran cerna, osteonecrosis pada tulang rahang. Pemakaian bifosfonat dalam jangka waktu yang panjang bisa meningkatkan resiko patah tulang paha, namun pemakaian yang tepat bisa mencegah terjadinya patah tulang lebih besar dari efek samping yg kemungkinan terjadi.
  • Terapi hormonal, misalnya hormone estrogen untuk membantu kepadatan tulang pada wanita.

Pencegahan :

  • Kalsium yang cukup (susu, sayuran, salmon/sarden, kedelai, sereal & jus)
  • Vitamin D yang cukup (sinar matahari, makanan dan suplemen)
  • Olahraga teratur, misalnya senam osteoporosis
  • Berhenti merokok, alcohol dan kafein.

 

Beradasarkan sebuah penelitian mengenai kesehatan mulut dan gigi, bahwasanya kebanyakan dari anak-anak yang sering terjadi kareis gigi adalah anak laki-laki. Hal ini dikarenakan anak laki-laki memiliki pola aktivitas yang lebih tinggi dari pada perempuan, hal ini sejalan dengan anak laki-laki yang suka mengkonsumsi makanan kariogenik lebih tinggi, sehingga akan mempengaruhi metabolisme dalam pembentukan karies gigi dalam mulut anak tersebut.

Anak usia sekolah lebih senang untuk mengkonsumsi makanan kariogenik yang dapat menyebabkan karies gigi dibandingkan dengan makanan yang tidak menyebabkan karies gigi. Alasan tersebut dikarenakan makanan kariogenik lebih nikmat dimakan oleh siswa sekolah dasar tanpa tahu dampak yang diakibatkan oleh makanan apabila mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Mengkonsumsi makanan manis atau makanan kariogenik membuat pertumbuhan aktivitas bakteri Streptococus mutans dan Streptococus sobrinus, berkembang dalam mulut.

Permen dan coklat adalah jenis makanan kariogenik yang paling sering dikonsumsi oleh anak-anak (hampir dikonsumsi setiap hari). Permen dibuat dengan cara mendidihkan campuran gula dan air bersama dengan zat pewarna dan pemberi rasa sampai tercapai kadar air kira-kira. Disamping seringnya konsumsi permen, bentuknya yang lama melekat pada gigi menyebabkan permen bersifat sangat kariogenik.

Disarankan untuk orang tua yang memiliki anak umur sekolah dasar untuk mengajak dan mengajari putra putrinya menggosok gigi dua kali sehari, yaitu pagi setelah makan, dan malam sebelum tidur.

 

Penulis : Citra Denali, S.KM, M.Kes.

Sumber :

Harlina. (2011). Kesehatan Gigi dan Mulut. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Indah Z, dkk. (2013). Penyakit Gigi, Mulutdan THT. Yogyakarta: Nuha Medika.

Winarno. (2004). Kimia Pangan Dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia.

 

Semangat pagi sahabat RSU Queen Latifa, salam sejahtera untuk kita semua.

Semoga nyanyian pembuka tadi bisa menjadi semangat tersendiri dalam mengiringi aktivitas kita semua. Aamin..

Tikus. Siapa yang belum tahu tikus?? Alkhamdulillah kalau teman-teman sudah tahu. Ini berarti teman-teman pernah melihat atau berinteraksi sama tikus. Tikus merupakan hewan pengerat yang lebih dikenal sebagai hama tanaman pertanian, perusak barang di gudang dan hewan pengganggu di perumahan. Habitat tikus adalah kosmopolitan atau tersebar diseluruh dunia.

Tikus memiliki hobi loh.. Mau tahu apa saja hobinya, yuk kita intip si tikus ini. Ternyata tikus suka menyelam, berenang, menggali lubang, menggigit benda keras, pandai memanjat, hidup di lobang pohon dan atau tanaman menjalar dan kadang-kadang di rumah tergantung cuaca.

Namun sayangnya tikus ini merupakan salah satu hewan pembawa penyakit, seperti :

  • Pes, disebabkan oleh bakteri yersinia pestis
  • Murine thipus
  • Leptospirosis
  • Salmonelosis
  • Demam gigitan tikus
  • Thricinosis
  • Bemam Berdarah Korea

Pengendalian tikus bisa dilakukan dengan cara penangkapan tikus dengan perangkap, dan secara kimiawi dengan umpan beracun, contohnya rodentisida. Dan yang paling terpenting  itu kita harus memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, agar meminimalisir keberadaan tikus.

 

Penulis : Citra Denali, S.KM, M.Kes.

Menurut Drg. Irwati Lubis, dalam tulisan yang berjudul Manifestasi Diabetes Melitus dalam Rongga Mulut, yaitu kesehatan rongga mulut merupakan salah satu indikator akan baik atau tidaknya pengelolaan status kesehatan pada penderita Diabetse Melitus. Diabetes Melitus merupakan salah satu penyebab komplikasi yang timbul di dalam rongga mulut. Kesehatan rongga mulut ini akan semakin buruk jika penderita Diabetes Melitus tidak mengerti bagaimana penanganan hal ini.

Saya akan mencoba merangkum artikel yang ditulis oleh Drg. Irwati Lubis tersebut.

Manifestasi diabetes melitus pada rongga mulut, antara lain:

  1. Mulut Kering (Xerostomia)

Diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan penurunan aliran saliva (air liur), sehingga mulut terasa kering. Penderita DM banyak buang air kecil sehingga cairan di dalam tubuh berkurang yang dapat mengakibatkan jumlah saliva berkurang dan mulut terasa kering, sehingga disarankan pada penderita untuk mengkonsumsi buah yang asam sehingga dapat merangsang kelenjar air liur untuk mengeluarkan air liur.

  1. Gingivitis dan Periodontitis

Periodontitis ialah radang pada jaringan pendukung gigi (gusi dan tulang). Salah satu faktor pencetus pemberat periodontitis adalah karang gigi.

  1. Sariawan (Stomatitis Apthosa)

Penderita Diabetes sangat rentan terkena infeksi jamur dalam mulut dan lidah yang kemudian menimbulkan penyakit sejenis sariawan. Sariawan ini disebabkan oleh jamur yang berkembang seiring naiknya tingkat gula dalam darah dan air liur penderita diabetes.

  1. Rasa mulut terbakar

Penderita diabetes biasanya mengeluh tentang terasa terbakar atau mati rasa pada mulutnya.

  1. Oral thrush

Oral thrush atau oral candida adalah infeksi di dalam mulut yang disebabkan oleh jamur, sejumlah kecil jamur candida ada di dalam mulut. Pada penderita Diabetes Melites kronis dimana tubuh rentan terhadap infeksi sehingga sering menggunakan antibiotik dapat mengganggu keseimbangan kuman di dalam mulut yang mengakibatkan jamur candida berkembang tidak terkontrol sehingga menyebabkant thrush.

 

 

  1. Karies Gigi (Dental Caries)

Pada penderita Diabetes Melitus telah diketahui bahwa jumlah air liur berkurang sehingga makanan melekat pada permukaan gigi, dan bila yang melekat adalah makanan dari golongan karbohidrat bercampur dengan kuman yang ada pada permukaan gigi dan tidak langsung dibersihkan dapat mengakibatkan keasaman didalam mulut menurun, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya lubang atau caries gigi.

 

Penulis : Citra Denali, S.KM, M.Kes.

Sumber : Drg. Irwati Lubis, “Manifestasi Diabetes Melitus dalam Rongga Mulut”

 

Apakah anda tahu tentang penyakit tonsillitis / amandel?

 

Tonsillitis merupakan penyakit yang menduduki peringkat teratas dalam 10 pemyakit terbanyak di kunjungan pasien rawat jalan. Hampir sebagian besar pernah menderita penyakit tonsillitis ini, yang sering disebut sakit amandel dalam bahasa awam.

Radang Amandel

Tonsillitis adalah peradangan yang terjadi pada tonsil. Tonsil adalah susunan kelenjar limfoid yang merupakan bagian dari system kekebalan tubuh. Tonsil terletak di faring/ rongga mulut bagian belakang dan melingkari pangkal lidah. Tonsil sendiri ada empat macam dibagi berdasar lokasi anatomisnya yaitu,

1. Tonsil faringeal (adenoid) yang merupakan bagian atas

2. Tonsil palatine bagian kanan dan kiri bawah (yang sering disebut sebagai amandel oleh orang awam), 3. Tonsil lingual di pangkal lidah, 4. Tonsil tuba eustachius.

Gejala-gejala yang dapat didapatkan pada tonsillitis antara lain, nyeri menelan (odinofagia) yang sering dikatakan radang tenggorokan, tonsil tampak merah, bengkak, dan terkadang dalam infeksi yang berat didapatkan nanah sehingga menyebabkan bau mulut, gangguan tidur seperti mendengkur, sesak nafas, hingga henti nafas mendadak karena sumbatan jalan nafas, pada tonsillitis kronik bisa didapatkan berat badan yang sulit naik akibat sulit menelan.

Infeksi pada tonsil dapat disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Pada tonsillitis karena infeksi bakteri, pada beberapa anak ataupun dewasa muda dapat terjadi reaksi imun yang berlebihan sehinggan dapat menimbulkan penyakit infeksi di ginjal dan demam rematik.

Jika terjadi tonsillitis berulang, dapat menyebabkan pembesaran tonsil yang permanen, dan hal ini dapat menunjukkan bahwa tonsil tersebut merupakan tempat perkembang biakkan dari virus, contoh nya EBV (ebstein barr virus).

Penangangan pada pasien tonsillitis ini antara lain, dengan pemberian anti inflamasi/ anti nyeri, jika terdapat demam berikan anti piretik, tingkatkan asupan cairan, jika nyeri sekali dapat makan makanan lunak dan bergizi, tidak diperbolehkan meminum antibiotic yang tidak sesuai anjuran dokter. Jika keluhan ataupun gejala memberat dan tidak kunjung reda lebih dari tiga hari sebaiknya control ke dokter spesialis THT atau dokter umum.

Kapan dan bagaimana tonsillitis harus dioperasi ?

  1. Tonsil yang meradang dan membengkak hingga menutupi jalan nafasdan menyebabkan gangguan tidur, seperti mendengkur hingga henti nafas, wajib dilakukan tindakan pembedahan.
  2. Tonsil yang menjadi sumber infeksi jauh yaitu infeksi di jantung, ginjal, atau sendi-sendi.
  3. Tonsillitis kronik yang menyebabkan bau mulut atau jika terjadi abcess tonsillitis ( nanah pada tonsil) juga merupakan indikasi wajib dilakukannya pembedahan tonsil.

Namun, untuk dilakukannya tindakan operasi tersebut juga tidak bisa dilakukan segera pada saat akut/radang, tonsillitis harus diobati terlebih dahulu untuk meredakan peradangan tersebut. setelah dilakukan pembedahan atau tonsilektomi para orang tua ataupun pasien tidak perlu kuatir mengenai kekebalan tubuh. Karena tidak ada perubahan imunitas baik sebelum atau sesudah tindakan operasi.

Yang perlu diperhatikan adalah konsumsi makanan dan atau obat-obatan sebelum dan sesudah tindakan pembedahan tersebut. sebaiknya sebelum dilakukan operasi hindari obat-obatan aspirin, vitamin c, vitamin e, gingko biloba, merokok yang dapat meningkatkan resiko perdarahan. Dan sesudah operasi sebaiknya tidak makan makanan yang  terlalu panas, pedas, keras, dingin, berpengawet, goreng-gorengan.

sumber: Dr. Anisa Riski Rahardian

senam osteoporosis RSU Queen Latifa senam osteoporosis RSU Queen Latifa

Manfaat dan Gerakan Senam Osteoporosis

Senam osteoporosis merupakan gerakan yang digunakan untuk latihan fisik guna kesehatan tulang dengan adanya pembebanan gerakan yang dinamis dan ritmis serta adanya latihan daya tahan yang berbentuk aerobik low impact. Semua jenis senam yang ada tersebut tentunya sudah dikemas dalam satu bentuk senam yaitu yang sering kita kenal dengan senam pencegahan osteoporosis maupun senam terapi osteoporosis.

Bentuk dari senam pencegahan osteoporosis serta senam terapi osteoporosis ini tentunya berbeda, hal ini dikarenakan diperuntukkan bagi kelompok atau orang yang berbeda. Yang membedakannya adalah terletak pada faktor manfaat serta keamanan bagi para pesenam.

Pentingnya Senam Osteoporosis

Senam ini selain mempunyai manfaat untuk kesehatan tulang para pesenam tentunya juga memilki manfaat untuk membuat badan lebih bugar serta sehat. Senam yang bermanfaat untuk  tulang ini dikhususkan atau diperuntukkan bagi para pesenam yang telah berusia dewasa serta telah lanjut usia baik laki-laki ataupun perempuan.

perbedaan tulang yang sudah keropos dan yang masih normal

perbedaan tulang yang sudah keropos dan yang masih normal

Untuk itu bagi kita yang menderita osteoporosis tidak ada salahnya kita melakukan senam ini guna untuk mempercepat kesembuhan atau menanggulangi penyakit tulang ini. Tentunya selain melakukan senam, kita juga harus mengkonsumsi susu.

Tujuan utama dalam melakukan senam ini sebenarnya adalah untuk mengurangi atau melakukan pencegahan terhadap pengeroposan tulang. Untuk itu dalam melakukan senam ini tentunya harus di program secara teratur agar hasil yang kita dapatkan pun dapat maksimal serta dapat mengurangi resiko yang terjadi.

Dalam melakukan senam ini, tentunya setiap orang memiliki intensitas yang berbeda semua ini tergantung pada kondisi peserta sendiri. Untuk itu dapat dikatakan bahwa senam ini bersifat individual.

Untuk mengatahui seberapa sering kita harus melakukan senam, sebaiknya kita berkonsultasi pada ahlinya atau pada dokter yang memang menangani permasalahan osteoporosis. Dengan kita berkonsultasi maka kita dapat mengetahui berat ringannya osteoporosis yang kita derita, status kesehatan kita serta tentunya tingkat kebugaran pada tubuh kita. Ketiga hal ini lah yang menjadikan perbedaan seberapa intensitasnya seseorang harus melakukan senam ini.

Perlu kita ketahui pula, bahwa dalam melaksanakan senam ini, kita tidak boleh sembarang atau asal-asalan. Hal ini dikarenakan sebelum kita melakukan senam ini kita akan memasuki pra latihan. Di dalam pra latihan kita akan diperiksa terlebih dahulu mengenai riwayat penyakit dan cidera, tingkat aktifitas fisik, kekuatan dan keseimbangan otot serta tes karadiovaskuler.

Selain itu juga diadakan tes mengenai tekanan darah. Hal ini dikarenakan jika ada peserta yang mengidap atau terserang tekanan darah tinggi maka akan ada bagian gerakan tertentu yang para peserta tidak harus melakukannya serta tidak diperkenankan untuk menggunakan alat. Senam ini tentunya berbeda dengan gerakan senam pada umumnya. Pada dasarnya senam ini dilakukan dengan posisi duduk di kursi dengan menggunakan tongkat atau beban, matras sebagai alat yang melengkapi untuk melakukan senam ini. Senam ini dilakukan dengan posisi duduk karena ada tiga bagian tulang yang mudah rapuh serta patah pada manusia yaitu pada bagian pergelangan tangan, tulang belakang serta tulang paha atas.

Senam osteoporosis ini memang sebaiknya dilakukan secara teratur dengan frekuensi 3-5 kali dalam seminggu. Setiap latihan diperlukan waktu 20-60 menit. Sebaiknya pada awalnya senam ini dilakukan dengan intensitas rendah kemudia untuk senam selanjutnya disesuaikan dengan kemampuan para peserta. Megingat begitu banyaknya serta pentingnya senam ini, tidak ada salahnya bagi penderita osteoporosis untuk lebih teratur dalam melakukan senam ini demi kesembuhan pengeroposan tulang yang ia derita maupun guna untuk pencegahan terjadinya pengeroposan tulang.

sumber artikel: http://www.bimbie.com/senam-osteoporosis.htm

RSU Queen Latifa mempunyai program senam, yaitu:

  • Senin jam 06.30 Senam DM
  • Selasa jam 06.30 Senam Asma
  • Rabu jam 06.30 Senam Osteoporosis
  • Kamis jam 06.30 Senam Pencegah Stroke

 

Pemeriksaan TK Nuris Pemeriksaan TK Nuris Pemeriksaan TK Nuris

Pada hari Senin, 12 Oktober 2017 RSU Queen Latifa melaksanakan pemeriksaan Kesehatan TK dan TPA Nurul Islam di Jl. Ringroad Barat, Mlangi Nogotirto Sleman Yogyakarta.

Pemeriksaan dilaksankan setiap Bulan, adapun pemeriksaan meliputi:

  1. Pemeriksaan Mata
  2. Pemeriksaan Telinga
  3. Pemeriksaan Mulut dan Gigi

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendidik anak-anak akan pentingnya menjaga kesehatan.

Copyright © 2017 RSU Queen Latifa All Rights Reserved - Designed By murosadatul.